Pulau Payung (Kepulauan Seribu) sering dipilih karena aksesnya relatif dekat dari Jakarta, tapi tetap ada “jebakan” yang bikin orang baru pertama kali jadi ragu: harus berangkat dari dermaga mana, naik kapal apa, dan realitanya butuh waktu serta biaya berapa.
Artikel ini membahas cara ke Pulau Payung secara teknis dan runtut—agar Anda bisa mengambil keputusan sebelum berangkat, bukan saat sudah berdiri di pelabuhan. Patokan di sini fokus pada akses dari Jakarta, pilihan dermaga, jenis kapal, estimasi waktu tempuh, serta gambaran biaya yang paling sering muncul di lapangan.
Ringkasan Praktis Sebelum Berangkat

Rute paling mudah ke Pulau Payung dari Jakarta
Rute paling mudah biasanya adalah: Jakarta → Dermaga Marina Ancol (atau Baywalk Pluit) → kapal cepat → Pulau Payung. Di portal resmi Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Pulau Payung disebut bisa dicapai dari Marina Ancol atau Baywalk Pluit dengan kapal cepat sekitar 45–50 menit.
Kalau prioritas Anda adalah hemat, opsi yang umum dipakai adalah: Jakarta → Pelabuhan Muara Angke/Kali Adem → kapal Dishub/kapal tradisional → Pulau Payung. Kapal Dishub DKI juga mencantumkan Pulau Payung sebagai salah satu pulau penduduk yang dilayani dari Muara Angke.
Pilih dermaga: Marina Ancol vs Muara Angke
Marina Ancol lebih “siap wisata”: akses lebih rapi, suasana pelabuhan lebih nyaman, dan biasanya dipakai untuk kapal cepat/speedboat. Konsekuensinya, biaya cenderung lebih tinggi dan Anda perlu memperhitungkan tiket masuk kawasan Ancol serta waktu antre masuk.
Muara Angke/Kali Adem unggul dari sisi biaya. Namun atmosfernya lebih “transport publik”: bisa padat, jam berkumpul cenderung lebih pagi, dan rute kapal bisa singgah di beberapa pulau (tidak selalu direct).
Pilih kapal: speedboat vs ferry (beda nyaman, beda durasi, beda biaya)
Speedboat/kapal cepat mengejar waktu: lebih cepat, biasanya kursi lebih nyaman, dan cocok untuk keluarga yang ingin meminimalkan “drama perjalanan”. Patokannya, durasi dari Marina Ancol/Baywalk ke Pulau Payung bisa sekitar 45–50 menit menurut sumber resmi.
Ferry/kapal reguler mengejar biaya: lebih murah, tetapi lebih lama dan lebih terpengaruh kondisi pelabuhan (antrean, proses muat, dan rute singgah). Kapal Dishub sendiri menuliskan lintasan yang melibatkan beberapa pulau (bisa ada stop), sehingga waktu tempuh bisa lebih panjang dibanding kapal cepat yang direct.
Estimasi waktu tempuh realistis (termasuk waktu tunggu)
Waktu tempuh “realistis” itu bukan hanya durasi berlayar. Untuk pemula, patokan aman adalah menghitung: waktu menuju dermaga + check-in/registrasi + waktu tunggu + perjalanan laut. Di akhir pekan, porsi waktu tunggu biasanya naik.
Dengan pendekatan ini, perjalanan via Marina Ancol bisa terasa lebih singkat karena pelabuhan lebih tertata, sedangkan via Muara Angke/Kali Adem kadang memerlukan buffer lebih besar karena kepadatan dan proses keberangkatan.
Kisaran biaya ke Pulau Payung (hemat–nyaman)
Biaya paling sering ditentukan oleh dua hal: pilihan dermaga dan jenis kapal. Dari sisi transport publik, portal resmi Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu menyebut layanan kapal Dishub dengan biaya termurah sekitar Rp44 ribu dan tertinggi sekitar Rp74 ribu (ditambah biaya administrasi transaksi).
Untuk kapal cepat, sumber resmi yang sama menyebut kisaran harga Rp200–250 ribu (per orang) untuk akses ke Pulau Payung via Marina Ancol atau Baywalk Pluit—namun praktik penjualan tiket bisa berbeda (sekali jalan vs PP/paket), jadi tetap cek format tiket sebelum bayar.
Cara ke Pulau Payung dari Jakarta
Gambaran rute umum: Jakarta → dermaga → Pulau Payung
Secara sederhana, cara ke Pulau Payung selalu berakhir pada dua langkah besar:
Langkah 1: Anda bergerak dari lokasi Anda di Jakarta (atau bandara/stasiun) menuju dermaga pilihan: Marina Ancol atau Muara Angke/Kali Adem.
Langkah 2: Anda menyeberang menggunakan kapal sesuai pilihan: kapal cepat/speedboat atau kapal reguler (Dishub/kapal tradisional), lalu tiba di Pulau Payung.
Catatan konteks: Pulau Payung termasuk wilayah Kelurahan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan, dan di sana juga ada fasilitas resort. Informasi ini penting karena sebagian operator menjual akses Pulau Payung dalam format paket (ODT/menginap), bukan “tiket penyeberangan saja”.
Opsi transport menuju dermaga (mobil, taksi online, transport umum)
Ke Marina Ancol: paling simpel pakai mobil pribadi atau taksi online. Kalau Anda membawa keluarga, ini biasanya opsi paling minim pindah-pindah. Perhitungkan saja potensi antre masuk Ancol dan jarak dari gerbang ke area marina.
Ke Muara Angke/Kali Adem: Anda punya opsi transport umum yang cukup jelas. Portal resmi Kepulauan Seribu menyebut akses seperti Transjakarta koridor/rute 12A (Kota–Pelabuhan Kali Adem) dan beberapa rute Mikrotrans untuk menuju area Muara Angke.
Kalau Anda dari luar kota, rute KRL yang mengarah ke Stasiun Jakarta Kota atau Stasiun Angke bisa menjadi “tulang punggung” sebelum lanjut moda darat menuju pelabuhan.
Titik kumpul & alur check-in (patokan jam aman)
Patokan aman untuk pemula adalah datang lebih awal daripada merasa perlu. Untuk kapal cepat, minimal sisihkan 30–60 menit sebelum jam berangkat untuk urusan registrasi, pembagian seat, dan adaptasi lokasi.
Untuk Muara Angke/Kali Adem, buffer waktu sebaiknya lebih besar—terutama weekend—karena suasana pelabuhan bisa padat dan proses berangkat bisa dipengaruhi antrean serta kesiapan kapal.
Pilih Dermaga Keberangkatan
Marina Ancol: cocok untuk siapa

Marina Ancol cocok untuk Anda yang:
1) ingin rute paling mudah dan cepat, 2) membawa anak/keluarga dan butuh kenyamanan, atau 3) hanya punya waktu terbatas (misalnya one day trip yang tidak ingin terlalu banyak waktu habis di perjalanan).
Dari sisi waktu, rute kapal cepat dari Marina Ancol disebut bisa menempuh sekitar 45–50 menit menuju Pulau Payung (tergantung operator dan kondisi laut).
Muara Angke: cocok untuk siapa

Muara Angke/Kali Adem cocok untuk Anda yang:
1) fokus hemat biaya, 2) tidak keberatan jam kumpul lebih pagi, dan 3) lebih fleksibel soal durasi karena rute bisa singgah di beberapa pulau.
Secara layanan, kapal Dishub DKI dapat diakses lewat Pelabuhan Muara Angke dan mencantumkan Pulau Payung sebagai salah satu tujuan pulau penduduk.
Perbedaan utama: kenyamanan, antrean, fasilitas, dan akses parkir
Kenyamanan & keteraturan: Marina Ancol umumnya lebih tertata. Muara Angke/Kali Adem lebih “hidup” dan bisa padat.
Antrean & jam efektif: rute hemat cenderung menuntut Anda datang lebih pagi dan lebih sabar. Rute nyaman cenderung lebih “mudah diprediksi”, walau tetap perlu buffer waktu.
Akses parkir: di kedua dermaga ada opsi parkir, namun pengalaman tiap orang bisa berbeda tergantung hari dan jam. Untuk keluarga, parkir yang dekat dan rute jalan yang aman biasanya jadi pertimbangan utama.
Patokan memilih dermaga agar tidak “salah start”
Kalau Anda masih bimbang, pakai patokan sederhana ini:
Pilih Marina Ancol bila Anda mengutamakan cepat, nyaman, dan minim risiko salah prosedur. Pilih Muara Angke/Kali Adem bila Anda mengutamakan biaya dan siap dengan dinamika pelabuhan serta potensi singgah.
Panduan memilih dermaga keberangkatan (internal) ( link )
Pilih Kapal ke Pulau Payung

Speedboat: pro, kontra, dan kondisi paling nyaman
Pro: lebih cepat, ritme perjalanan lebih jelas, cocok untuk keluarga/rombongan kecil yang ingin langsung “sampai tujuan”. Dengan kapal cepat, durasi yang disebutkan di sumber resmi berkisar 45–50 menit dari Marina Ancol/Baywalk Pluit ke Pulau Payung.
Kontra: biaya lebih tinggi dibanding kapal reguler, dan tetap ada faktor cuaca/ombak yang bisa memengaruhi keberangkatan. Selain itu, sebagian kapal cepat dijual dalam format paket/operator tertentu, sehingga fleksibilitas jam bisa mengikuti operator.
Ferry/kapal reguler: pro, kontra, dan kondisi paling aman untuk budget
Pro: jauh lebih hemat. Dalam rilis resmi Kepulauan Seribu, tarif layanan kapal Dishub disebut berada di rentang sekitar Rp44 ribu–Rp74 ribu, plus biaya administrasi transaksi.
Kontra: durasi bisa lebih panjang karena rute lintasan dapat melewati beberapa pulau (singgah), dan pengalaman di pelabuhan cenderung lebih ramai. Kalau Anda mengejar waktu, ini bisa terasa melelahkan.
Realita di lapangan: kapasitas, bagasi, toilet, dan tempat duduk
Di lapangan, yang sering jadi penentu kenyamanan bukan hanya “kapal apa”, tapi detail kecil: apakah Anda dapat kursi yang enak, bagaimana akses toilet, dan apakah barang bawaan aman dari cipratan air.
Untuk keluarga, biasanya yang paling terasa adalah durasi duduk dan stabilitas perjalanan. Kalau membawa balita, pertimbangkan opsi yang meminimalkan waktu laut (kapal cepat) dan pilih jam berangkat yang lebih “tenang” di pagi hari.
Siapa yang sebaiknya memilih speedboat
Speedboat biasanya paling masuk akal untuk:
1) keluarga dengan anak, 2) rombongan kecil yang ingin “langsung sampai”, 3) Anda yang rawan mabuk laut (semakin cepat sampai, semakin kecil peluang drop), dan 4) jadwal liburan yang ketat (one day trip).
Siapa yang sebaiknya memilih ferry/kapal reguler
Kapal reguler (Dishub/kapal tradisional) biasanya paling cocok untuk:
1) Anda yang mengejar biaya, 2) Anda yang santai soal waktu, 3) Anda yang siap berangkat sangat pagi, dan 4) perjalanan “lebih berasa backpacker” dibanding gaya wisata nyaman.
Estimasi Waktu Tempuh yang Realistis
Komponen waktu tempuh: perjalanan darat + check-in + menunggu + berlayar
Agar tidak kaget, hitung waktu dengan komponen yang jelas:
Perjalanan darat (rumah/hotel ke dermaga) + check-in/registrasi + waktu tunggu + waktu berlayar.
Dengan cara ini, Anda juga bisa menentukan jam berangkat dari rumah. Banyak kegagalan trip pemula terjadi bukan karena kapalnya, tapi karena salah menghitung “waktu yang tak terlihat” seperti masuk kawasan Ancol atau antre loket pelabuhan.
Durasi speedboat vs ferry (patokan realistis, bukan janji manis)
Patokan speedboat/kapal cepat: sekitar 45–50 menit dari Marina Ancol atau Baywalk Pluit menuju Pulau Payung (dengan catatan kondisi normal).
Patokan kapal reguler: bisa lebih lama karena rute dan stop. Pada rilis resmi Kepulauan Seribu, lintasan kapal Dishub dari Muara Angke bisa melewati beberapa pulau, termasuk Pulau Untung Jawa, Pulau Lancang, Pulau Payung, lalu Pulau Tidung.
Artinya, walau jarak geografisnya tidak “jauh”, durasi efektif kapal reguler bisa terdorong oleh proses singgah dan naik-turun penumpang.
Faktor yang bikin molor: cuaca, ombak, kepadatan penumpang, dan sandar
Empat faktor paling sering bikin jadwal molor adalah:
Cuaca & ombak (keselamatan tetap nomor satu), kepadatan penumpang (terutama weekend), proses sandar (antri dermaga), dan rute singgah (kapal reguler).
Karena itu, jika Anda mengejar acara tertentu di pulau (snorkeling, makan siang, atau check-in), sisihkan buffer minimal 30–60 menit dari perkiraan Anda.
Jam berangkat yang lebih “aman” untuk keluarga & rombongan kecil
Secara umum, pagi hari lebih aman: cuaca cenderung lebih stabil dan Anda punya ruang waktu jika ada keterlambatan. Untuk keluarga, berangkat pagi juga membantu anak tidak keburu capek sebelum aktivitas dimulai.
Untuk jalur Muara Angke/Kali Adem, biasakan mindset “berangkat subuh/pagi”—karena layanan kapal reguler memang didesain mengangkut penumpang lebih awal.
Perkiraan Harga & Biaya ke Pulau Payung
Komponen biaya wajib: tiket kapal, biaya pelabuhan, retribusi (jika ada)
Biaya ke Pulau Payung biasanya terbagi menjadi tiga lapis:
Biaya transport laut (tiket kapal), biaya di titik keberangkatan (misalnya tiket masuk kawasan/parkir), dan biaya di pulau (tergantung apakah Anda ambil paket, homestay, atau aktivitas tambahan).
Untuk kapal Dishub, rilis resmi menyebut rentang biaya Rp44 ribu–Rp74 ribu dan ada biaya administrasi transaksi.
Kisaran budget hemat untuk 2–4 orang
Kalau target Anda hemat, rumusnya: kapal reguler + makan sederhana + aktivitas seperlunya. Dengan tarif kapal Dishub yang relatif rendah, total budget per orang bisa ditekan, asalkan Anda tidak menambah banyak aktivitas berbayar dan siap dengan waktu perjalanan yang lebih panjang.
Untuk rombongan kecil, hemat juga berarti Anda perlu disiplin: bawa air minum, bawa dry bag sederhana, dan jangan sampai “bocor” oleh biaya kecil yang berulang (parkir mahal, beli cemilan terus, sewa alat tanpa rencana).
Kisaran budget nyaman untuk keluarga
Kalau prioritas Anda nyaman (terutama keluarga), budget biasanya naik karena Anda memilih kapal cepat dan seringnya juga lebih tertarik pada paket yang sudah include aktivitas. Sumber resmi menyebut kisaran harga Rp200–250 ribu untuk akses kapal cepat dari Marina Ancol atau Baywalk Pluit (format tiket/paket bisa bervariasi)./p>
Selain itu, perhitungkan biaya masuk kawasan Ancol (jika berangkat dari Marina) dan parkir kendaraan. Ini sering jadi pengeluaran “tak terlihat” untuk pemula.
Biaya tambahan yang sering terlupa (parkir, makan, sewa alat, antar-jemput)
Yang paling sering membuat budget meleset biasanya bukan tiket kapal, tetapi biaya tambahan seperti parkir (terutama jika durasi menginap), makan di luar paket, sewa alat (snorkeling/ATV), serta antar-jemput kecil di lokasi.
Kalau Anda ingin angka lebih rapi dan tidak mau pusing menghitung satu-satu, biasanya paket perjalanan jadi opsi yang lebih “terprediksi”.paket Tour 1 hari Pulau Payung
Jadwal Kapal, Jam Kumpul, dan Cara Booking
Patokan jam kumpul yang aman (weekday vs weekend)
Patokan praktisnya begini: weekday cenderung lebih lengang, sedangkan weekend cenderung lebih padat. Jadi untuk weekend, tambah buffer waktu (berangkat dari rumah lebih pagi).
Untuk jalur kapal Dishub via Muara Angke, layanan bisa diakses dari Pelabuhan Muara Angke dan rute/layanan diatur oleh Dishub; artinya, ikuti jam keberangkatan yang ditentukan dan jangan datang mepet.
Cara booking: tiket langsung vs melalui operator/paket
Tiket langsung cocok kalau Anda sudah terbiasa dan fleksibel. Untuk kapal Dishub, rilis resmi menyebut pembelian tiket dapat dilakukan online melalui aplikasi JAKET BOAT (Android).
Melalui operator/paket cocok kalau Anda ingin semuanya lebih simpel: biasanya sudah ada meeting point, rundown, dan include kebutuhan dasar. Format ini juga sering dipakai untuk Pulau Payung karena di sana ada resort dan paket wisata yang disusun operator.
Data yang biasanya diminta (manifest, KTP, kontak darurat)
Siapkan data identitas untuk manifest. Praktiknya, Anda biasanya diminta nama sesuai KTP, tanggal lahir (kadang), dan nomor kontak. Untuk keluarga, pastikan data anak juga jelas supaya tidak ada kendala saat boarding.
Aturan umum reschedule/refund dan kondisi force majeure
Aturan reschedule/refund sangat tergantung operator. Namun prinsip umumnya mirip: tiket/paket sering punya syarat ketat, dan cuaca buruk termasuk kondisi force majeure yang bisa membuat keberangkatan ditunda atau dibatalkan demi keselamatan.
Untuk referensi transport publik, Anda bisa membaca informasi layanan kapal Dishub (rute, pulau yang dilayani, dan cara akses) di portal resmi Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu: informasi kapal Dishub DKI menuju Kepulauan Seribu.
Tips Teknis Sebelum Berangkat
Checklist barang wajib (keluarga, anak, rombongan kecil)
Supaya tidak ribet, fokus pada yang benar-benar kepakai. Ini checklist singkat yang biasanya paling menyelamatkan trip:
- Identitas (KTP) + salinan di HP, plus data anggota rombongan untuk manifest
- Dry bag / plastik zip untuk HP & dompet, dan baju ganti yang mudah diakses
- Sunblock, topi, kacamata hitam (di laut, panasnya cepat “nendang”)
- Obat pribadi + obat mabuk laut (terutama anak/yang sensitif)
- Air minum & snack ringan untuk menunggu keberangkatan
- Uang tunai pecahan kecil (untuk kebutuhan kecil yang tidak selalu bisa cashless)
Tips anti mabuk laut (sebelum naik, saat di kapal)
Sebelum naik kapal, jangan berangkat dengan perut kosong—tapi juga jangan terlalu kenyang. Jika Anda punya riwayat mabuk laut, minum obat sesuai anjuran jauh sebelum kapal jalan (bukan saat sudah pusing).
Saat di kapal, pilih posisi duduk yang lebih stabil (biasanya bagian tengah), minimalkan main HP terlalu lama, dan fokus ke horizon jika mulai mual.
Perlengkapan untuk cuaca panas & hujan
Cuaca laut bisa berubah cepat. Untuk panas, kuncinya proteksi kulit (sunblock, topi) dan hidrasi. Untuk hujan, bawa jas hujan tipis/ponco yang tidak makan tempat. Dengan begitu, Anda tidak panik ketika langit mendadak gelap.
Tips keamanan: barang elektronik, dompet, dan dokumen
Pakai dry bag atau setidaknya plastik bersegel untuk barang elektronik. Pisahkan uang tunai di dua tempat berbeda (dompet dan tas kecil) untuk mengurangi risiko. Untuk rombongan, satu orang sebaiknya jadi “penanggung dokumen” agar tidak tercecer.
Etika wisata di pulau (kebersihan, terumbu karang, dan warga)
Prinsipnya sederhana: bawa kembali sampah Anda, hindari menginjak karang, dan hormati warga lokal (terutama jika melewati area pemukiman). Ini bukan sekadar etika—ini juga menjaga kualitas wisata Pulau Payung agar tetap enak dinikmati.
Kesalahan Umum Saat Berangkat ke Pulau Payung
Salah pilih dermaga (akhirnya telat/putar balik)
Kesalahan yang paling sering adalah menganggap semua dermaga “sama”. Padahal, beda dermaga biasanya beda operator, beda jam kumpul, dan beda prosedur. Pastikan dari awal Anda jelas: berangkatnya dari Marina Ancol atau Muara Angke/Kali Adem.
Terlalu mepet waktu check-in
Datang mepet itu menggandakan stres: Anda terburu-buru, antrean bertambah, dan risiko ketinggalan kapal naik. Minimal, datang lebih awal 30–60 menit. Untuk weekend, tambah buffer.
Salah ekspektasi soal waktu tempuh dan ombak
Kalau Anda hanya menghitung “lama berlayar”, Anda akan merasa perjalanan terlalu lama. Hitung juga waktu tunggu dan proses sandar. Dan selalu siapkan rencana cadangan jika ombak besar mengubah jadwal.
Budget bocor karena biaya kecil yang tidak dihitung
Parkir, makan yang tidak direncanakan, sewa alat dadakan—semuanya kecil, tapi kalau berulang bisa membuat total biaya membengkak. Sebelum berangkat, tetapkan batas: aktivitas apa yang memang mau diambil, dan mana yang opsional.
FAQ Cara ke Pulau Payung
Cara ke Pulau Payung paling mudah untuk pemula?
Untuk pemula, cara yang paling mudah biasanya menggunakan kapal cepat dari Marina Ancol atau Baywalk Pluit.
Alurnya cenderung lebih rapi dan siap wisata, dengan durasi laut yang relatif singkat dibanding kapal reguler.
Lebih enak berangkat dari Marina Ancol atau Muara Angke?
Marina Ancol biasanya lebih nyaman dan cepat, namun dengan biaya lebih tinggi.
Muara Angke atau Kali Adem lebih hemat, tetapi perlu siap berangkat pagi dan mengikuti ritme pelabuhan dengan kemungkinan singgah. Kapal Dishub pada lintasan tertentu juga melayani rute ke Pulau Payung.
Speedboat atau ferry, mana yang lebih nyaman untuk keluarga?
Untuk keluarga, speedboat sering terasa lebih nyaman karena waktu di laut lebih singkat.
Kapal reguler atau ferry bisa menjadi pilihan jika fokus utama Anda adalah penghematan biaya dan tidak keberatan dengan durasi perjalanan yang lebih panjang.
Berapa lama perjalanan ke Pulau Payung secara realistis?
Jika hanya menghitung waktu berlayar, kapal cepat dapat menempuh perjalanan sekitar 45–50 menit pada kondisi normal.
Namun secara realistis, tambahkan waktu menuju dermaga, proses check-in, serta kemungkinan menunggu sebelum kapal benar-benar berangkat.
Kapan waktu terbaik berangkat untuk menghindari ombak besar?
Umumnya pagi hari cenderung lebih stabil untuk perjalanan laut.
Meski begitu, cuaca tetap faktor utama. Selalu cek prakiraan cuaca sebelum berangkat dan siapkan buffer waktu. Jika operator membatalkan karena cuaca, keputusan tersebut biasanya demi keselamatan.
Perlu booking dulu atau bisa beli tiket di tempat?
Tergantung jalur yang dipilih. Untuk kapal Dishub, pembelian tiket umumnya dilakukan secara online melalui aplikasi resmi.
Untuk kapal cepat atau paket wisata, booking terlebih dahulu biasanya lebih aman agar tidak kehabisan seat, terutama di akhir pekan atau musim ramai.
Perlu membawa KTP untuk manifest penumpang?
Ya. Siapkan KTP dan data seluruh peserta, karena manifest penumpang merupakan prosedur umum pada penyeberangan laut.
Jika cuaca buruk, bagaimana biasanya prosedurnya?
Dalam kondisi cuaca buruk, keberangkatan bisa ditunda atau dibatalkan dengan status force majeure.
Ikuti arahan petugas atau operator, dan pastikan sejak awal Anda memahami kebijakan reschedule atau refund sebelum melakukan transaksi.
Pilih Opsi yang Paling Masuk Akal untuk Kebutuhan Anda
Jika tujuan Anda adalah “yang paling gampang”, biasanya jawabannya kapal cepat dari Marina Ancol/Baywalk. Jika tujuan Anda adalah “yang paling hemat”, gunakan layanan kapal reguler dari Muara Angke/Kali Adem dan siapkan waktu lebih panjang.
Untuk melengkapi rencana liburan (aktivitas, spot yang bisa didatangi, dan gambaran pengalaman di pulau), lanjutkan ke panduan lengkap liburan ke Pulau Payung.
Kalau Anda ingin opsi yang paling pas untuk tanggal keberangkatan, jumlah orang, dan titik kumpul, Anda bisa gunakan halaman ini: Konsultasi rute & opsi kapal ke Pulau Payung


