Terakhir diperbarui:02 Januari 2026
Pulau Pelangi: kalau kamu sedang riset serius sebelum memutuskan “resort island mana yang paling pas”, Pulau Pelangi termasuk kandidat yang sering masuk shortlist—terutama buat pasangan dan keluarga yang ingin suasana tenang, rapi, dan terkelola.
Pulau Pelangi: (Pelangi Island Resort) adalah pulau resort di kawasan Kepulauan Seribu Utara, DKI Jakarta, dengan akses utama via speedboat dari Marina Ancol. Durasi tempuhnya relatif bersahabat untuk ukuran “kabur dari Jakarta”: sekitar 90 menit dalam kondisi normal, tapi tetap sangat dipengaruhi cuaca laut.
Pulau Pelangi berada di wilayah administrasi Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), dan banyak referensi akomodasi menempatkannya di area Pulau Harapan—secara administratif disebut Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.
Yang perlu kamu catat: Kepulauan Seribu itu bukan “satu pulau”, tapi gugusan. Jadi, saat orang menyebut “Pulau Pelangi dekat Pulau X”, itu konteksnya relatif di gugusan utara.
Secara skema perjalanan, kamu berangkat dari Jakarta Utara (umumnya Marina Ancol), lalu speedboat menyeberang ke arah utara melewati perairan Teluk Jakarta menuju gugusan Kepulauan Seribu. Waktu tempuh yang sering disebut untuk Pulau Pelangi adalah sekitar 90 menit.
Anggap saja ini “liburan lintas laut yang masih masuk akal” tanpa harus cuti panjang. Tapi karena ini laut, bukan tol, faktor gelombang dan angin bisa mengubah rasa perjalanan (lebih detail di bagian akses).
Pulau Pelangi adalah pulau resort—dikelola sebagai properti akomodasi, bukan pulau penduduk. Artinya, pola liburannya fullboard-style: kamu datang sebagai tamu resort, fasilitasnya sudah ditata, aktivitasnya ada yang termasuk paket, dan area pulau cenderung lebih rapi.
Resort Pulau Pelangi juga dikenal punya floating restaurant (restoran di atas permukaan air) dan fasilitas water sport.
Ini bagian yang sering jadi penentu:
Di pulau penduduk, biaya bisa lebih fleksibel (apalagi kalau kamu jago ngatur sendiri), banyak pilihan homestay, dan kamu lebih “menyatu” dengan aktivitas warga. Tapi kamu juga perlu lebih siap soal logistik: cari makan, atur aktivitas, nego sewa alat, dan suasana cenderung lebih ramai (terutama weekend).
Di pulau resort seperti Pulau Pelangi, pengalaman lebih “terkelola”: kamar, makan, jadwal kapal, dan aktivitas dasar biasanya sudah ada dalam paket. Kamu membayar lebih untuk kenyamanan, privasi, dan minim drama teknis.
Pulau Pelangi paling kuat untuk tipe traveler yang ingin tenang + praktis. Bukan berarti nggak bisa seru—tapi “seru”-nya versi resort: main air, snorkeling ringan, sunset, ngobrol malam, lalu tidur.
Kalau kamu mencari honeymoon yang “nggak perlu jauh-jauh dari Jakarta” tapi tetap terasa island getaway, Pulau Pelangi masuk kategori aman. Floating restaurant sering jadi spot favorit untuk sunset dan dinner santai.
Keluarga biasanya suka karena ritmenya tidak memaksa. Anak bisa main pasir dan air dangkal (dengan pengawasan), orang tua bisa tetap nyaman karena fasilitas resort lebih tertata. Catatannya: tetap cek detail akses kamar (jarak cottage ke restoran/dermaga) supaya lansia tidak kelelahan.
Pulau Pelangi sering dipilih untuk gathering ukuran kecil–menengah karena paketnya jelas dan aktivitas santainya banyak yang “bisa dinikmati rame-rame” tanpa harus outbound ekstrem.
Daya tarik nomor satu Pulau Pelangi biasanya bukan “wahana”, melainkan suasana. Karena konsepnya resort island, flow liburannya cenderung: datang → settle → menikmati pulau.
Kalau kamu tipe yang ingin benar-benar lepas dari notifikasi, Pulau Pelangi juga punya sisi “unplugged”. Beberapa ulasan tamu menyebut koneksi internet bisa terbatas atau bahkan tidak tersedia di momen tertentu—yang buat sebagian orang justru nilai plus.
Liburan di Pulau Pelangi idealnya bukan model “pagi–siang–sore pindah spot”. Justru enaknya: kamu bisa mengulang hal sederhana tanpa rasa bersalah—berenang sebentar, duduk di tepi pantai, baca buku, lanjut makan, lalu tidur siang.
Pulau Pelangi dikenal dengan pantai pasir putih dan air yang relatif jernih—cukup untuk sekadar main air, berenang ringan, dan snorkeling santai di area yang memungkinkan. Banyak kanal pemesanan hotel juga menonjolkan kombinasi pasir putih + air jernih sebagai selling point utama.
Pagi biasanya terasa “paling bersih” untuk menikmati pantai: cahaya lembut, angin belum terlalu kencang, dan suasana lebih sunyi.
Sore adalah momen yang paling “resort banget”—terutama kalau kamu suka warna langit menjelang sunset. Floating restaurant sering jadi titik duduk favorit karena posisinya yang memanjakan view laut.
Pulau Pelangi menyiapkan paket dengan fasilitas yang cukup “all-in” untuk ukuran short escape: akomodasi cottage, makan, dan beberapa aktivitas dasar. Di situs resminya, aktivitas seperti snorkeling, canoe, dan sepeda termasuk dalam paket tertentu.
Cottage di Pulau Pelangi punya beberapa tipe yang sering disebut: Tulip, Jasmine, Bougenville, dan Edelweis (tergantung ketersediaan dan kanal informasi).
Nggak perlu pusing hafal nama bunganya—yang penting saat riset adalah memahami bedanya: kapasitas, posisi (lebih dekat pantai/lebih teduh), dan fitur di dalam kamar.
Selain cottage, dua area yang biasanya jadi “pusat hidup” tamu adalah dermaga dan area makan (termasuk floating restaurant). Banyak aktivitas kecil terjadi di sini: ngopi, menunggu sunset, atau sekadar duduk menghadap laut.
Ini bagian yang sering diremehkan saat riset—padahal malam adalah momen pembeda resort island.
Aktivitas malam di Pulau Pelangi umumnya low-key: makan malam, ngobrol, atau BBQ jika tersedia dalam paket/opsi tambahan. Travel platform juga menyebut BBQ sebagai salah satu aktivitas yang bisa dilakukan.
Ekspektasi realistis: ini bukan nightlife. Ini “night calm”. Kalau kamu mencari ketenangan, malam di pulau bisa jadi highlight.
Untuk Pulau Pelangi, jalur yang paling umum dan paling praktis adalah speedboat dari Marina Ancol. Situs resmi Pulau Pelangi mencantumkan boarding di Marina Ancol (Dermaga 16) dan jam keberangkatan pagi.
Kalau kamu liburan dengan pasangan/keluarga dan targetmu “tenang”, speedboat biasanya worth it karena kamu mengurangi titik stres.
Banyak sumber menyebut Pulau Pelangi sekitar 90 menit dari Marina Ancol dalam kondisi normal. Anggap realistisnya 90 menit sampai sekitar 2 jam, tergantung cuaca dan tipe kapal.
Tiga faktor terbesar:
Kalau kamu ingin keputusan berbasis data, biasakan cek prakiraan gelombang BMKG Maritim untuk perairan Kepulauan Seribu sebelum berangkat. Ini bukan sekadar formalitas; ini penentu kenyamanan (dan kadang penentu berangkat/tidak).
Liburan pulau sering gagal bukan karena pulaunya, tapi karena “pagi di dermaga” yang bikin emosi.
Di jadwal resmi, boarding umumnya sekitar 07.30 dan berangkat sekitar 08.00 dari Marina Ancol, lalu kepulangan sekitar 14.00.
Yang sebaiknya ada di tas kecil (bukan koper yang masuk bagasi) itu simpel: identitas, HP + powerbank, obat motion sickness kalau perlu, sunblock, kacamata hitam, dan drybag kecil untuk barang elektronik.
Kalau ini trip pulau pertamamu, pakai rumus: ringankan keputusan di hari H.
Bangun lebih awal, sarapan ringan, datang sebelum jam boarding, dan pastikan kamu sudah tahu “dermaga nomor berapa” serta siapa PIC-nya. Setelah itu, tinggal ikut alur.
Di Pulau Pelangi, format paket yang sering muncul adalah:
Kalau kamu sedang bimbang, cara memilihnya begini: tentukan dulu tujuan liburannya—“cicip vibe” atau “benar-benar istirahat”.
ODT worth it kalau:
Tapi kalau kamu ingin merasakan Pulau Pelangi versi terbaiknya (sunset, malam pulau, pagi santai), biasanya mending nginep minimal 2D1N. Karena yang mahal dari resort island itu bukan menit snorkelingnya—melainkan rasa “pelan”-nya.
Di situs resmi Pulau Pelangi, One Day Tour tercantum termasuk kapal PP, welcome drink, 1x makan siang, pajak pelayanan, asuransi perjalanan, dan aktivitas seperti snorkeling, canoe, serta sepeda.
Untuk paket menginap 2D1N, contoh yang dicantumkan termasuk kapal PP, cottage, 4x makan (2x siang, 1x malam, 1x pagi), coffee break, pajak pelayanan, asuransi perjalanan, serta aktivitas dasar (snorkeling, canoe, sepeda).
Agar kamu nggak ketipu ekspektasi, pahami dulu “pembentuk harga”-nya.
Weekend hampir selalu lebih mahal—dan pulaunya juga lebih ramai. Kalau kamu mengejar suasana privat, weekday sering terasa jauh lebih “resort”.
Libur sekolah, long weekend, dan tanggal merah biasanya mengangkat harga sekaligus memperketat ketersediaan kamar.
Untuk Pulau Pelangi, harga paket menginap per orang di situs resmi tercantum (sebagai gambaran) mulai dari sekitar Rp 1,72 juta (tipe tertentu) sampai Rp 2,02 juta per orang untuk 2D1N, dan One Day Tour sekitar Rp 1,2 juta per orang. Angka ini sangat mungkin berubah, jadi jadikan patokan awal riset saja.
Kalau kamu booking via operator seperti pulauseributours.com, biasanya enaknya di sini: kamu tinggal pilih tanggal + jumlah orang + preferensi kamar, lalu tim akan bantu cocokkan opsi terbaik (weekday/weekend, availability, dan skema kapal) tanpa kamu harus bongkar info dari 10 halaman berbeda.
Bagian ini aku buat sebagai template yang realistis. Kamu boleh “copy” ritmenya, lalu tinggal sesuaikan: kamu tipe aktif atau tipe santai.
Berangkat dari Marina Ancol pagi (umumnya sekitar jam 08.00), tiba di pulau menjelang siang. Setelah welcome drink, jangan buru-buru “ngejar snorkeling”. Biasakan orientasi dulu: taruh barang, ganti baju, dan main pantai sebentar untuk adaptasi panas + angin laut.
Setelah makan siang, baru masuk aktivitas utama. Untuk ODT, kamu biasanya akan diarahkan ke snorkeling ringan atau main canoe sesuai paket. Karena waktunya terbatas, pilih satu fokus: snorkeling santai atau main air + foto.
Sore itu momen “closing” yang enak: bilas, ganti baju, lalu cari spot duduk menghadap laut. Setelah itu, bersiap pulang (jadwal pulang sering sekitar jam 14.00 untuk kapal paket tertentu—jadi sunset bisa jadi tidak selalu kebagian di ODT; ini alasan kenapa banyak orang lebih puas kalau nginep).
Datang, check-in, lalu main air sesukanya. Sore hari, targetkan sunset: entah di pantai atau floating restaurant. Malamnya, jangan padatkan agenda. Biarkan malam menjadi ruang ngobrol dan istirahat—ini biasanya yang “dibawa pulang” dari resort island.
Bangun agak pagi, nikmati pulau saat belum ramai. Pagi adalah waktu terbaik untuk jalan keliling pulau atau main air sebentar sebelum check-out. Kalau kamu ingin foto yang terlihat mahal, foto terbaik biasanya terjadi saat pulau belum “riuh”.
Check-out umumnya sekitar tengah hari (banyak platform mencantumkan sekitar jam 12.00).
3D2N itu bukan soal “lebih banyak aktivitas”, tapi “lebih banyak napas”. Kamu bisa menyelipkan satu slot untuk aktivitas tambahan (misalnya water sport tertentu bila tersedia) lalu sisanya benar-benar dipakai untuk menikmati pulau: baca buku, olahraga ringan, atau duduk lama tanpa merasa dikejar jam pulang.
Kalau kamu tipe yang cepat capek saat liburan, 3D2N justru sering lebih terasa “liburan”-nya karena kamu tidak menjejalkan semuanya ke hari pertama.
Banyak paket Pulau Pelangi mencantumkan snorkeling sebagai aktivitas yang termasuk (atau tersedia).
Yang penting: snorkeling di resort island sering didesain ramah pemula. Kamu tidak harus jadi perenang bagus untuk menikmati—asal kamu pakai pelampung dan mengikuti arahan.
Secara pengalaman umum, snorkeling paling enak saat air relatif tenang dan matahari cukup tinggi (visibilitas lebih bagus). Kalau angin sedang kencang, permukaan air bisa “berisik” dan bikin cepat lelah.
Kalau ini pertama kali:
Di paket resmi, canoe dan sepeda sering disebut sebagai fasilitas yang termasuk.
Sementara untuk water sport seperti banana boat atau donut boat, beberapa platform menyebut ini sebagai opsi aktivitas tambahan (ketersediaan bisa berubah tergantung operasional dan cuaca).
Untuk keluarga, biasanya yang paling aman dan menyenangkan: main pasir, main air dangkal, canoe santai (dengan pendampingan), dan jalan keliling pulau.
Kalau kamu mengejar hasil foto yang bagus tanpa “maksa konten”, Pulau Pelangi adalah tipe tempat yang cukup membantu: elemen alamnya kuat, latarnya bersih, dan suasananya memang resort.
Biasanya tiga spot paling aman:
Pulau Pelangi memiliki beberapa tipe cottage (sering disebut Tulip, Jasmine, Bougenville, Edelweis). Paket resmi juga menampilkan varian harga berdasarkan tipe cottage.
Cara memilihnya sederhana: sesuaikan dengan prioritasmu, bukan dengan nama tipe kamar.
Untuk pasangan, biasanya yang dicari adalah posisi yang terasa lebih privat, akses gampang ke spot sunset, dan kamar yang nyaman untuk istirahat (AC, kamar mandi dalam). Beberapa paket mencantumkan fasilitas kamar seperti AC dan kamar mandi dalam.
Untuk keluarga, cari yang:
Pola makan di resort island umumnya “sudah dijadwalkan”: breakfast, lunch, dinner, plus coffee break untuk paket tertentu. Paket resmi Pulau Pelangi menyebut 4x makan untuk 2D1N.
Biasanya konsepnya buffet sederhana atau set menu, dengan jam makan yang relatif fix. Ini penting untuk kamu yang punya preferensi diet tertentu: kalau kamu vegetarian, alergi makanan laut, atau punya kebutuhan khusus, lebih aman konfirmasi dari awal saat booking.
Ini bagian yang sering “nggak ditulis” di brosur, tapi selalu ditanya saat orang serius mau berangkat.
Beberapa ulasan tamu menyebut kondisi internet/wifi bisa tidak tersedia atau terbatas di waktu tertentu.
Jadi, mindset terbaik adalah: anggap internet bonus, bukan hak.
Tips praktisnya:
Banyak panduan wisata Kepulauan Seribu menyebut periode musim kemarau (seringnya sekitar April–Oktober) sebagai waktu favorit karena cuaca cenderung lebih cerah dan laut lebih tenang.
Tapi beberapa tahun terakhir, pola musim bisa bergeser, jadi jangan mengandalkan “bulan” saja—cek juga prediksi terbaru dari BMKG.
Yang paling berdampak untuk trip pulau itu bukan sekadar “mendung”, melainkan gelombang dan angin. Biasakan cek prakiraan gelombang di BMKG Maritim untuk perairan Kepulauan Seribu sebelum H-1/H.
Kalau kamu mengejar rasa privat, weekday sering jauh lebih memuaskan: pulau terasa lebih sepi, layanan lebih “leluasa”, dan kamu bisa menikmati spot favorit tanpa rebutan.
Ambil weekday, hindari long weekend, dan kalau bisa pilih tanggal yang tidak berimpit dengan libur sekolah.
Pagi: suasana paling “bersih” dan adem.
Sore: momen visual terbaik (sunset, foto, duduk lama).
Malam: momen emosional terbaik—quality time, ngobrol, dan tidur lebih cepat tanpa rasa bersalah.
Kunci packing ke Pulau Pelangi: bawa yang bikin nyaman menghadapi matahari dan air asin.
Kalau harus dipadatkan: sunblock, drybag kecil, sandal nyaman, kacamata hitam, baju ganti lebih dari yang kamu rasa perlu (karena baju pantai sering basah terus), dan obat pribadi.
Pulau resort itu kelihatan indah karena dikelola—dan pengalamanmu juga akan lebih enak kalau kamu ikut menjaga ritmenya.
Bawa botol minum sendiri, kurangi plastik sekali pakai, dan simpan sampah kecil di tas sampai menemukan tempat buang yang benar. Sederhana, tapi efeknya besar.
Meski banyak paket sudah include banyak hal, tetap ada pengeluaran yang sering “baru kepikiran di pulau”.
Yang paling sering: minuman ekstra di luar jam makan, sewa alat tertentu (kalau kamu ingin yang lebih premium), aktivitas water sport tambahan, dan dokumentasi (kalau kamu ingin hasil yang lebih rapi dari sekadar kamera HP).
Kalau kamu sudah sampai tahap membandingkan pulau, artinya kamu tinggal selangkah lagi dari keputusan booking. Bagian ini aku buat sebagai “decision helper” supaya kamu tidak memilih hanya karena foto.
Sebelum masuk per pulau, ini ringkasnya:
Pulau Sepa sering dipromosikan sebagai tropical escape dengan pasir putih dan terumbu karang yang menarik, menyasar couple, keluarga, sampai corporate retreat.
Kamu ingin ritme yang lebih pelan, fokus pada resort vibe, dan kamu lebih memprioritaskan “tenang + praktis” daripada banyak aktivitas.
Kamu ingin resort yang juga cukup kuat di sisi “snorkeling dan warna laut”, dan kamu nyaman dengan suasana pulau yang bisa terasa lebih hidup di waktu tertentu.
Pulau Macan punya diferensiasi yang jelas: eco lodge, pendekatan ramah lingkungan, dan kapasitas yang cenderung dibatasi sehingga terasa privat.
Pulau Putri kuat di fasilitas keluarga—termasuk atraksi unik seperti tunnel aquarium yang sering disebut sebagai ikon.
Pulau Pantara sering diposisikan sebagai resort lebih jauh dengan jadwal boat tertentu (misalnya keberangkatan dari Pantai Mutiara TB 12 menurut situs resminya).
Kalau kamu ingin keputusan cepat:
Kalau kamu masih ragu, biasanya keputusan jadi mudah saat kamu jawab 2 pertanyaan ini:
1) Kamu butuh “fasilitas unik” atau “ketenangan”?
2) Kamu lebih mementingkan “harga” atau “minim ribet”?
Di titik ini, kalau kamu mau prosesnya lebih cepat, kamu bisa langsung konsultasi paket dan tanggal ke tim pulauseributours.com supaya dibantu pilih opsi yang paling masuk akal untuk jumlah orang, preferensi kamar, dan kebutuhan kapal (weekday/weekend).
Pulau Pelangi berada di wilayah Kepulauan Seribu (DKI Jakarta). Banyak referensi menempatkannya dalam wilayah administrasi Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.
Pulau Pelangi merupakan pulau resort, bukan pulau penduduk. Konsep liburannya berbasis paket, biasanya sudah mencakup transport, makan, kamar, dan aktivitas dasar.
Keberangkatan paling umum menuju Pulau Pelangi adalah dari Marina Ancol, Jakarta Utara. Informasi resmi menyebut boarding di Dermaga 16 Marina Ancol.
Dalam kondisi normal, perjalanan laut dari Marina Ancol sering disebut sekitar ±90 menit. Durasi dapat berubah tergantung angin, gelombang, dan kondisi operasional kapal.
Di informasi resmi, boarding biasanya sekitar 07.30 WIB, kapal berangkat sekitar 08.00 WIB, dan kembali ke Jakarta sekitar 14.00 WIB. Jadwal dapat berubah mengikuti kondisi cuaca dan kebijakan operasional.
Sebagai gambaran, paket One Day Tour sering tercantum di kisaran Rp 1.200.000/orang. Paket menginap 2D1N biasanya mulai sekitar Rp 1.720.000–Rp 2.020.000/orang, tergantung tipe cottage dan hari keberangkatan.
Harga dapat berubah, jadi sebaiknya selalu konfirmasi sebelum melakukan booking.
Umumnya paket mencakup kapal PP, makan sesuai durasi, akomodasi (untuk paket menginap), serta aktivitas dasar seperti snorkeling, canoe, atau sepeda, tergantung paket yang dipilih.
Untuk pengunjung pertama, aktivitas yang paling sering dinikmati adalah bermain pantai, snorkeling ringan, canoe, dan menikmati suasana sunset. Banyak paket sudah memasukkan aktivitas ini sebagai fasilitas.
Umumnya cocok, terutama jika memilih paket menginap agar ritme liburan lebih santai. Untuk keluarga dan lansia, sebaiknya memperhatikan jarak cottage ke restoran atau dermaga serta tidak memaksakan aktivitas padat.
Beberapa ulasan tamu menyebutkan akses internet atau WiFi bisa terbatas atau tidak stabil. Paling aman, anggap internet sebagai bonus dan siapkan kebutuhan offline selama liburan.
Banyak wisatawan memilih musim kemarau karena cuaca cenderung lebih cerah dan laut lebih bersahabat. Tetap disarankan mengecek prakiraan cuaca dan gelombang menjelang hari keberangkatan.
Cara paling aman adalah melalui paket fullboard, karena jadwal kapal, kamar, dan makan sudah terkoordinasi.
Jika ingin dibantu memilih tanggal, tipe paket, dan cottage yang sesuai untuk pasangan atau keluarga, Anda bisa booking melalui operator terpercaya seperti pulauseributours.com agar tidak perlu menyusun semuanya sendiri.